Kakanwil Kemenag Sultra Tekankan Moderasi Beragama dan Inovasi Pembelajaran di MTsN 2 Konawe

banner 468x60

Dalam analoginya, Mansur menggambarkan dunia pendidikan layaknya sebuah pasar, di mana kualitas pembelajaran menjadi “produk” utama yang menentukan kepercayaan masyarakat. Jika pembelajaran tidak inovatif, maka masyarakat akan mencari alternatif pendidikan lain yang lebih relevan.

“Pendidikan itu seperti pasar. Kalau kualitas tidak kita tingkatkan, maka kepercayaan publik akan bergeser,” katanya.

Lebih jauh, ia mendorong penerapan pembelajaran yang kontekstual dan menyentuh kehidupan nyata peserta didik. Program seperti ekoteologi dan pembiasaan perilaku positif di lingkungan madrasah dinilai penting untuk membentuk karakter yang kuat dan mandiri.

“Pembelajaran harus hidup dan dekat dengan realitas. Ajarkan siswa menjaga lingkungan, membangun kemandirian, dan karakter yang kokoh,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Mansur berharap hasil workshop dapat diimplementasikan secara konkret dalam proses pembelajaran di kelas melalui integrasi deep learning, Kurikulum Berbasis Cinta, serta penguatan karakter.

“Integrasikan, kolaborasikan, dan adaptasikan. Dengan itu, kita bisa melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.

banner 336x280
Baca juga:  Delapan Bulan Tertunggak, Pegawai RS Jiwa Kendari Desak Pembayaran Uang Jasa BPJS dan Pencopotan Direktur

Komentar