BENGKULU UTARA, NUSANTARAVOICE.COM – Isu dugaan keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat beredar luas akhirnya diklarifikasi secara resmi oleh Polres Bengkulu Utara. Dalam konferensi pers yang digelar Selasa malam (3/3/2026), kepolisian memastikan bahwa meninggalnya siswa MIN 02 Bengkulu Utara bukan disebabkan oleh keracunan makanan.
Press release yang berlangsung di Ruang Lobi Mapolres tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bakti Kautsar Ali. Turut hadir sejumlah pejabat utama Polres serta perwakilan instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit yang menangani korban.
Kapolres menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis menyeluruh, korban mengalami pendarahan di bagian kepala serta penggumpalan cairan yang menyebabkan penurunan kesadaran hingga berujung pada henti jantung dan henti napas.
“Secara medis, penyebab kematian korban adalah pendarahan otak. Tidak ada kaitan dengan keracunan makanan,” tegas Kapolres.
Untuk memastikan tidak adanya unsur keracunan, sampel makanan berupa roti burger yang dikonsumsi korban beserta sampel muntahan telah diuji oleh Balai POM Bengkulu. Hasil laboratorium menyatakan seluruh sampel negatif dari zat berbahaya.
