Korban sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan sebelum dirujuk untuk tindakan operasi. Namun, meski telah dilakukan upaya maksimal oleh tim dokter, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Polres Bengkulu Utara mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan secara transparan dan berdasarkan hasil medis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan klarifikasi resmi ini, diharapkan tidak ada lagi spekulasi yang berkembang dan masyarakat dapat menjaga situasi tetap kondusif.
Untuk diketahui, Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkulu Utara, Bakti Kautsar Ali, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi sejumlah pejabat utama Polres dan perwakilan instansi terkait, antara lain: Perwakilan BGN Provinsi serta Koordinator SPPG Wilayah Bengkulu Utara, Kasat Reskrim AKP Elvan Dellano Primaland, Kasat Intelkam AKP Mufti Arifianto, Perwakilan Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Henrika Debora Sinurat dan Direktur RS Tiarad Sella, dr. Syella Ania, MARS serta perwakilan BGN Provinsi Bengkulu dan SPPG Wilayah Bengkulu.










Komentar