Strategi Menteri Wihaji Jaga Gizi Keluarga di Tengah Tekanan Inflasi Ramadan

Berita93 Dilihat
banner 468x60

Di sisi lain, integrasi teknologi melalui Super Apps kependudukan mulai menunjukkan hasil dalam pemetaan keluarga berisiko. Transparansi data memungkinkan pengawasan publik terhadap alur bantuan secara real-time. Keberhasilan mempertahankan predikat keterbukaan informasi publik menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas program pembangunan keluarga yang kini semakin akuntabel.

“Transparansi data yang dibuka menteri adalah undangan bagi publik untuk ikut mengawasi. Nalar pengawasan ini penting agar capaian administratif selalu sinkron dengan perbaikan kualitas hidup nyata, terutama saat daya beli keluarga diuji di bulan puasa,” tegas Romadhon.

Momentum mudik Lebaran yang akan datang juga dimanfaatkan sebagai kanal edukasi mengenai penguatan peran lansia melalui program SIDAYA dalam struktur keluarga besar. Pendekatan ini memposisikan mudik sebagai ruang konsolidasi sosial yang memperkuat kohesi antar-generasi dan mempertegas bahwa pembangunan keluarga tidak berhenti pada isu teknis kependudukan semata.

“Visi pembangunan keluarga membutuhkan konsistensi jangka panjang. Kritik yang masuk adalah instrumen kontrol yang sehat bagi menteri. Ini sinergi antara kerja pemerintah dan akal sehat publik untuk memastikan ketahanan keluarga Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan sosial yang terus berubah,” tutup Romadhon.

banner 336x280
Baca juga:  Lembaga Adat Tolaki Kukuhkan Kepengurusan Baru, Pemprov Sultra Tegaskan Komitmen Dukung Adat dan Budaya

Komentar