Eks Balon Kades Masalili Diduga Diintimidasi dan Dipaksa Teken Pernyataan, Siapa Dalangnya?

Ia juga menduga tekanan tersebut berkaitan dengan upaya memenuhi syarat minimal jumlah bakal calon. Pasalnya, selain dirinya, satu bakal calon lain La Ode Safunu juga menarik berkas pendaftaran, sehingga tersisa satu calon atas nama Abd. Rahmansyah.

“Kalau hanya satu calon, tentu tahapan bermasalah. Saya menduga ada pihak-pihak yang tidak ingin itu terjadi,” katanya.

Lebih jauh, Supri mengungkap bahwa sejak awal pendaftaran, dirinya kerap dicari orang-orang asing di sekitar rumah, meski sebelumnya belum sampai pada bentuk tekanan langsung.

“Sudah sering ditanya-tanya orang tak dikenal sejak saya mendaftar. Awalnya tidak mengancam, tapi lama-lama membuat tidak nyaman,” tambahnya.

Situasi tersebut sempat membuat Supri berniat mundur lebih awal. Namun ia mengurungkan niat itu karena berharap pihak penyelenggara dan aparat keamanan bisa menjamin kenyamanan para calon. Harapan itu, menurutnya, tidak terwujud.

Kondisi ini menuai keprihatinan warga. Proses Pilkades yang seharusnya berjalan demokratis dan menjunjung nilai kekeluargaan justru dinilai ternodai oleh praktik-praktik tekanan yang mencederai semangat demokrasi di tingkat desa.

Baca juga:  Proyek Gerbang Wisata Kendari–Toronipa Rp32,8 Miliar Disorot, LPKP–SULTRA Desak Transparansi Audit dan Penindakan Otak Pelaku

Komentar