Dalam sesi tanya jawab dan penyampaian aspirasi, masyarakat Desa Bakutaru menyampaikan sejumlah persoalan utama. Salah satunya terkait status lahan masyarakat yang belum jelas. Warga meminta agar lahan-lahan tersebut dapat disertifikatkan guna memberikan kepastian hukum kepemilikan.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pengadaan sarana keagamaan Koperasi Merah Putih, serta kebutuhan box kalper untuk penanganan dengan ukuran sekitar 4 meter x 1,5 meter. Persoalan infrastruktur jalan turut menjadi perhatian, khususnya jalan penghubung di Dusun II yang kerap rusak saat musim hujan dan membutuhkan penanganan drainase.
Aspirasi lainnya adalah permintaan pembangunan jalan rabat beton sepanjang kurang lebih 300 meter di perbatasan Dusun I dan Dusun II, yang berada di tengah desa dan dinilai sangat vital bagi aktivitas masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Hj. Yuliyati menyampaikan bahwa seluruh masukan warga akan dirangkum dan diperjuangkan melalui jalur perencanaan dan penganggaran daerah. Ia juga menjelaskan bahwa beberapa program desa, termasuk program tahun 2025, belum dapat direalisasikan akibat kendala administratif, salah satunya keterlambatan pemilihan P3 Kader.
Reses ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat dan wakil rakyat, sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan desa yang partisipatif dan tepat sasaran.












Komentar