Dan saat segalanya terasa cukup gila, datanglah momen yang akan dikenang lama: Anatoliy Trubin, penjaga gawang Benfica, naik ke kotak penalti Real Madrid. Satu sentuhan, satu penyelesaian, gol. Stadion meledak. Sejarah tercipta.
Benfica mencatat 22 tembakan, 12 tepat sasaran, jauh lebih tajam dibanding Madrid yang terlihat kehilangan arah meski menguasai bola. Sepak bola yang kejam memilih pemenangnya sendiri malam itu.
Peluit akhir berbunyi. Benfica melangkah dengan kepala tegak ke play off.
Sementara Real Madrid, sang penguasa Eropa, harus turun jalur, membawa pulang luka, kartu merah, dan satu pertanyaan besar: apa yang baru saja terjadi di Lisbon?







Komentar