Sekda Sultra Dorong Kendari Culture 2026 Jadi Etalase Budaya Global dan Magnet Kreativitas Anak Muda

KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kreatif sekaligus menjaga keberlanjutan budaya daerah melalui penyelenggaraan Kendari Culture 2026. Kegiatan ini dinilai tidak sekadar sebagai ajang seni, tetapi juga ruang strategis untuk diplomasi budaya dan penguatan peran generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., saat membuka secara resmi Kendari Culture 2026 yang digelar di Kota Kendari, Rabu (28/1/2026).

Dalam sambutannya, Asrun Lio menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar potensi budaya lokal Sulawesi Tenggara dapat dikenal lebih luas, termasuk di tingkat internasional.

“Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, khususnya wastra tenun. Setiap motif tenun bukan hanya produk budaya, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan filosofi yang diwariskan lintas generasi,” ujarnya.

Asrun Lio menjelaskan, Kendari Culture 2026 memiliki peran strategis setidaknya dalam tiga aspek. Pertama, sebagai wadah penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan dan kebudayaan, terutama melalui keterlibatan AMINEF sebagai mitra global.

Baca juga:  Sekda Sultra Buka Peringatan Hari Anak Nasional 2025, Tegaskan Perlindungan dan Pemberdayaan Anak

Komentar