Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua menyampaikan bahwa kehadiran forum nasional dan internasional ini menjadi bukti meningkatnya peran Sulawesi Tenggara dalam peta pendidikan Indonesia.
Ia menekankan bahwa pendidikan masa depan harus mampu membangun koneksi mendalam antara manusia, lingkungan, dan nilai ketuhanan. Konsep tersebut, menurutnya, sejalan dengan pendekatan pendidikan holistik yang kini mulai dikembangkan di berbagai belahan dunia.
“Pendidikan bukan sekadar mencetak manusia pintar, tetapi manusia yang sadar akan perannya bagi sesama dan alam,” kata Hugua.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, lanjutnya, berkomitmen mendukung inovasi dan kolaborasi pendidikan, termasuk membuka ruang kerja sama internasional untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
Melalui Silatnas DPP GUPPI dan Ummusshabri International Congress 2026, para pemangku kepentingan pendidikan diharapkan dapat merumuskan langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang maju secara teknologi namun tetap berakar pada nilai dan karakter.













Komentar