Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Gubernur menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Kita songsong tahun 2026 dengan optimisme, sinergi, dan komitmen bersama. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Sulawesi Tenggara yang aman, sejahtera, dan religius,” ujarnya.
Zikir dan doa bersama tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sultra Ny. Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi keagamaan tingkat provinsi, termasuk MUI, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah, serta tokoh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Sultra menegaskan komitmennya untuk membangun daerah secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai spiritual, kemanusiaan, dan kebersamaan sebagai dasar pembangunan berkelanjutan.
