Pemprov Sultra Dorong Modernisasi Pertanian Lewat Benih Unggul dan Teknologi Otomasi

Selain perbenihan, Gubernur juga menyaksikan langsung demonstrasi penggunaan drone untuk aplikasi pestisida, sebagai bagian dari percepatan adopsi mekanisasi pertanian di tingkat lapangan.

Pada musim tanam MT II 2025/2026, BBI Wawotobi memproduksi benih padi bersertifikat varietas Ciherang dan Inpari 42 dengan potensi hasil panen mencapai 7 hingga 12 ton gabah kering panen per hektare.

Peluncuran kemasan Sanggoleo Sultra dinilai menjadi simbol penguatan kemandirian benih daerah sekaligus pengakuan terhadap kearifan lokal masyarakat Tolaki. Nama Sanggoleo merepresentasikan harapan akan kesuburan, panen melimpah, serta sinergi antara petani, alam, dan teknologi.

Gubernur berharap, dengan penguatan infrastruktur perbenihan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Sulawesi Tenggara mampu mengurangi ketergantungan benih dari luar daerah dan tumbuh sebagai pusat produksi benih unggul di kawasan regional.

“Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian benih dan peningkatan daya saing pertanian Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra menargetkan produksi padi daerah mencapai satu juta ton pada tahun 2026.

Baca juga:  Rakornas Produk Hukum Daerah 2025, Gubernur Sultra Tekankan Sinergi untuk Pembangunan Nasional

Komentar