“Begitu saya menerima mandat, saya sudah bertekad melawan korupsi dan perampokan kekayaan negara oleh siapa pun dan di mana pun,” ujar Presiden.
Puji Keberanian Satgas PKH
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada jajaran Satgas PKH yang dinilainya bekerja dalam kondisi berat dan penuh tekanan. Ia menyebut para petugas sebagai patriot sejati yang berada di garis depan penegakan hukum.
“Terima kasih atas keberanian Saudara-saudara. Kalian adalah pendekar dan patriot sejati. Semua ini terjadi karena persatuan dan kerja sama kejaksaan, polisi, TNI, dan kementerian,” kata Presiden.
Presiden mengungkapkan bahwa di lapangan, petugas kerap menghadapi perlawanan, intimidasi, hingga upaya penghalangan yang tidak terlihat oleh publik dan media.
“Ada rakyat yang dihasut, ada preman-preman yang dibayar untuk melawan petugas. Ini terjadi jauh dari kamera, tapi Saudara-saudara tetap berdiri tegak,” ujarnya.
Negara Tak Akan Mundur
Meski menyadari perjuangan menegakkan hukum penuh risiko dan tekanan, Presiden menegaskan pemerintah tidak akan gentar. Ia optimistis langkah-langkah yang lebih berani akan dilakukan ke depan.
“Kita kerja terus untuk rakyat. Rakyat akan melihat dan merasakan. Kita akan selamatkan kekayaan negara tanpa keragu-raguan,” tandas Presiden.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.
Pemerintah menegaskan penertiban kawasan hutan, penegakan hukum, dan penyelamatan aset negara akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari agenda besar menjaga kedaulatan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
