SEOUL, NUSANTARAVOICE.COM – Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menginstruksikan jajarannya untuk mengkaji kemungkinan perluasan cakupan asuransi kesehatan nasional agar mencakup perawatan rambut rontok. Lee menilai kebotakan, khususnya di kalangan anak muda, kini bukan lagi sekadar persoalan kosmetik, melainkan telah menjadi isu yang memengaruhi kualitas hidup dan daya saing sosial.
Usulan tersebut disampaikan dalam pengarahan kebijakan pada Selasa lalu dan langsung memicu perdebatan publik. Jika diterapkan, kebijakan ini akan memperluas cakupan asuransi kesehatan nasional yang selama ini hanya menanggung perawatan rambut rontok akibat kondisi medis tertentu, seperti alopecia areata, sementara kebotakan pola pria umumnya tidak termasuk dalam skema pembiayaan.
“Kita perlu memahami perasaan generasi muda yang membayar iuran asuransi, tetapi merasa tidak mendapatkan manfaat yang sepadan. Rasa keterasingan itu semakin kuat,” ujar Lee dalam pernyataannya.
Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru. Lee pernah mengusulkannya saat kampanye pemilihan presiden 2022, namun kala itu menuai kritik dan dianggap sebagai janji populis. Usulan tersebut kemudian tidak dimasukkan dalam platform kampanyenya pada pemilu terakhir, sebelum kembali mencuat pasca terpilih sebagai presiden.
Perdebatan soal kebijakan ini menyoroti kuatnya tekanan budaya terhadap penampilan fisik di Korea Selatan. Survei terhadap kaum muda pada 2024 menunjukkan hampir seluruh responden meyakini bahwa penampilan menarik memberikan keuntungan sosial. Tekanan tersebut selama ini lebih banyak dibicarakan dalam konteks perempuan, namun kebotakan pada pria juga menjadi sumber kecemasan tersendiri, terutama dalam dunia kerja yang sangat kompetitif.
Banyak pria muda di Korea Selatan rela mengeluarkan biaya besar untuk perawatan rambut atau transplantasi demi menjaga kepercayaan diri. Industri perawatan rambut rontok di negara itu diperkirakan bernilai sekitar 188 miliar won pada 2024, dengan klaim bahwa sekitar 10 juta penduduk mengalami masalah rambut rontok, meski angka tersebut belum diverifikasi secara resmi.
