KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM— Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong percepatan pemerataan akses digital. Saat ini, tercatat sebanyak 321 wilayah di Sultra masih tergolong blank spot atau belum terjangkau jaringan telekomunikasi.
Kepala Diskominfo Sultra, Ridwan Badallah, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung pada pelayanan publik, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk itu, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI serta pemerintah kabupaten dan kota.
“Penanganan blank spot tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota agar pembangunan infrastruktur telekomunikasi berjalan merata,” kata Ridwan, Jumat (19/12/2025).
Sebagai langkah awal, pada tahun 2025 Diskominfo Sultra telah membangun satu unit Base Transceiver Station (BTS) di Desa Lakanaha, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat, dengan dukungan anggaran sebesar Rp1 miliar. Pembangunan tersebut diharapkan dapat membuka akses komunikasi bagi masyarakat di wilayah terpencil.







Komentar