JALAK juga menyerukan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola hutan, terlebih di daerah yang selama ini rawan terhadap banjir dan longsor, agar bencana ekologis serupa tidak kembali terjadi.
Ketua Umum JALAK, Laode Iswar Anugrah, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus mengawal proses penyelidikan hingga tuntas. Ia menilai dukungan publik sangat dibutuhkan, termasuk dari masyarakat yang diminta ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan indikasi praktik ilegal terkait sektor kehutanan.
“Banjir yang membawa ribuan kayu gelondongan bukanlah fenomena biasa. Ini adalah alarm keras bahwa ada persoalan besar di dalam hutan kita. JALAK berdiri bersama KLHK dan Mabes Polri untuk memastikan penyelidikan tidak berhenti pada temuan kayu saja, tetapi menyentuh akar persoalannya demi menjaga hutan Indonesia dan keselamatan masyarakat,” ujar Laode.”
