Ketua Pemuda Aceh-Jakarta Wanda Assyura Perjuangkan Bantuan Menjangkau Seluruh Titik Terdampak

Daerah76 Dilihat

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM — Banjir besar yang melanda Aceh sejak 28–30 November 2025 membawa dampak berat di sejumlah kabupaten seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Selatan. Ribuan warga harus mengungsi, puluhan desa terisolasi, akses jalan terputus, dan bantuan darat sulit menjangkau titik-titik terdampak. Situasi ini mendorong berbagai elemen masyarakat Aceh, termasuk Pemuda Aceh Jakarta, untuk bergerak cepat mengkoordinasikan bantuan dan mendorong pemerintah memperkuat respon tanggap darurat.

Hingga pagi ini, data BNPB mencatat lebih dari 12.800 warga terdampak, dengan area terparah berada di pesisir timur Aceh. Hujan ekstrem selama tiga hari berturut-turut menyebabkan luapan sungai, longsor kecil di beberapa bukit, dan jaringan listrik terganggu. Laporan relawan menyebutkan sejumlah desa di Aceh Tamiang masih sulit dijangkau kendaraan roda empat akibat arus deras yang memutus akses jalan. Di titik-titik yang terisolasi, logistik hanya dapat dikirim melalui perahu darurat.

Ketua Pemuda Aceh-Jakarta, Wanda Assyura, menjadi salah satu tokoh muda Aceh yang aktif mendorong percepatan penanganan. Ia mengikuti perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai jaringan relawan. “Banyak saudara kita yang masih terjebak banjir dan belum menerima bantuan memadai. Kita harus pastikan tidak ada titik yang terlewat,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (30/11/2025).

Pemerintah pusat telah mengerahkan helikopter BNPB dan TNI sejak Jumat malam untuk menjangkau wilayah yang sama sekali tidak bisa diakses darat. Pengiriman bantuan melalui udara juga ditambah hari ini, termasuk penyaluran makanan siap saji, selimut, tenda keluarga, serta obat-obatan. Presiden Prabowo Subianto, dalam keterangan singkat sore tadi, menegaskan bahwa pemerintah menambah armada udara agar distribusi bantuan lebih cepat dan merata. Ini sejalan dengan arahan pemerintah agar daerah terdampak tidak dibiarkan menunggu terlalu lama dalam kondisi darurat.

Wanda menyampaikan apresiasi kepada para tenaga lapangan yang bekerja tanpa henti, termasuk relawan lokal, TNI, Polri, BPBD, serta warga yang bergotong-royong mengevakuasi keluarga dari desa-desa yang terendam. Ia secara khusus juga menyampaikan terima kasih kepada Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto) yang dalam dua hari terakhir aktif mengoordinasikan jejaring sosial-kemanusiaan untuk menggalang donasi, perlengkapan bayi, serta kebutuhan ibu hamil di titik-titik pengungsian. “Bu Titiek bergerak cepat. Ini dukungan moral yang berarti bagi masyarakat Aceh,” kata Wanda.