KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM — Visioner Indonesia menggelar Diskusi Publik bertajuk “CSR sebagai Penggerak Pembangunan Daerah: Praktik Baik Bank Sultra dalam Memperkuat Fungsi Sosial Perbankan” di Caffe 46 Kendari, pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan tersebut menghadirkan tokoh pemuda dan intelektual yang menyoroti peran strategis CSR perbankan dalam mempercepat pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Umum Institut Pemikir Muda Indonesia, La Ode Hasidar, dalam pemaparannya menegaskan bahwa CSR Bank Sultra telah menunjukkan karakter developmental banking, dengan pendekatan yang menyasar kebutuhan struktural masyarakat, bukan sekadar program seremonial.
“Bank Sultra adalah lokomotif ekonomi daerah. Karena itu, CSR-nya harus mampu menjawab kesenjangan sosial, memperkuat literasi finansial, serta mendorong kemandirian masyarakat. Praktik yang selama ini berjalan sudah berada di rel yang benar, terutama pada sektor pendidikan, UMKM, dan pemberdayaan komunitas,” ujar La Ode Hasidar di hadapan peserta diskusi.
La Ode Hasidar juga menekankan bahwa CSR idealnya diproyeksikan sebagai instrumen social engineering berbasis data wilayah, sehingga output dan impact-nya dapat terukur sebagai bagian dari indikator pembangunan daerah.
Sementara itu, Fungsionaris Badko HMI Sulawesi Tenggara, Nuzul Rahmat, menyampaikan apresiasi atas model CSR Bank Sultra yang dinilai pro-kolaborasi dan berpihak pada ekosistem sosial kepemudaan. Menurutnya, keterlibatan organisasi pemuda dan kelompok masyarakat sipil dalam perencanaan dan implementasi CSR menjadi penanda hadirnya kepekaan sosial institusional.
“Fungsi sosial perbankan bukan tempelan regulasi, tetapi kewajiban etik dan keberpihakan. Bank Sultra telah mempraktikkan model itu melalui kolaborasi terbuka dengan komunitas pemuda, bantuan pemberdayaan UMKM, hingga dukungan infrastruktur dasar di wilayah pelosok. Ini layak menjadi benchmark di Indonesia Timur,” tegas Nuzul Rahmat.












Komentar