“Kita tidak ingin ada hal-hal yang merusak kepercayaan masyarakat terhadap Presiden,” kata Ade Jona.
Ia mengaku telah mendengar aspirasi kader di tingkat DPC yang menolak kehadiran Budi Arie.
“Kader di akar rumput setia dan loyal kepada Gerindra. Aspirasi mereka perlu didengar,” tegasnya.
Ketua DPC Gerindra Pematangsiantar Gusmiyadi menilai niat Budi Arie bergabung ke Gerindra sebagai langkah pragmatis untuk tetap berada di lingkaran kekuasaan.
“Langkah itu dibaca sebagai cara untuk berlindung dari kasus hukum yang berpotensi melilit dirinya, sekaligus berharap mendapat posisi penting di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” ungkapnya.
Ia juga menilai pernyataan Budi Arie soal arti nama Projo yang belakangan dikaitkan dengan Jokowi sebagai langkah politik yang tidak beretika.
“Pernyataannya soal logo Projo dan Jokowi dinilai sebagai langkah zig-zag yang tidak pantas,” tambahnya.
Gerindra Tetap Terbuka
Di sisi lain, Sekretaris Dewan Pembina Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan partainya tetap terbuka terhadap siapa pun yang ingin bergabung, termasuk Budi Arie, selama memenuhi persyaratan dasar.
“Gerindra partai terbuka. Siapa pun yang memenuhi syarat, termasuk Pak Budi Arie, bisa saja diterima,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Selasa (4/11).
Budi Arie sebelumnya menyebut akan ada gelombang besar relawan Projo yang akan bergabung ke Partai Gerindra. Ia menyatakan langkah itu sebagai bentuk dukungan terhadap sistem presidensialisme di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Partai politik pimpinan Presiden Prabowo ini layak diperkuat oleh kekuatan rakyat,” ujar Budi Arie.
Namun hingga kini, Budi Arie belum memberikan tanggapan atas penolakan luas dari kader Gerindra di berbagai daerah. Pengurus Projo pun memilih tidak berkomentar.







Komentar