“Potensi kerugian negara ada pada penggunaan dana PEN tahun 2022 dan DAU 2023. Kami sudah berkoordinasi dengan ahli pengadaan, ahli konstruksi, dan Kementerian PUPR,” ujar Fariadi.
Di sisi lain, FC Andorra, yang bermain di divisi bawah Liga Spanyol, justru mampu mengelola dana terbatas dengan efektif. Lapangan latihan mereka dibangun sesuai standar UEFA, lengkap dengan rumput modern, sistem drainase, serta fasilitas pelengkap yang langsung dimanfaatkan klub dan masyarakat.
Perbandingan ini menampar logika publik: bagaimana mungkin dengan dana setara, klub kecil Eropa bisa menghasilkan lapangan layak pakai, sementara di Muna proyek stadion justru ambruk dan terbengkalai?







Komentar