Banjir Kritikan, Menteri Maruarar Batalkan Rencana Rumah Subsidi 18 Meter Persegi

Nasional7070 Dilihat
banner 468x60

Namun, wacana rumah seluas 18 meter persegi itu justru menuai gelombang penolakan. Banyak yang menilai rumah dengan ukuran sekecil itu tak manusiawi, terutama untuk keluarga.

Ketua Umum Asprumnas, Muhammad Syawali Pratna, menyebut ukuran tersebut “lebih mirip gudang” daripada rumah tinggal. Sementara Ketua Umum REI, Joko Suranto, menilai rencana itu bertentangan dengan standar kelayakan nasional dan internasional, seperti SNI dan WHO.

banner 970x250

“Kalau rumah tapak, 18 meter itu terlalu sempit. Mungkin masih bisa diterima untuk hunian vertikal, tapi tidak untuk rumah subsidi,” tegas Joko.

Kini setelah rencana itu dibatalkan, publik berharap pemerintah merancang ulang program rumah subsidi dengan pendekatan yang lebih realistis dan manusiawi. Rumah bagi rakyat, kata warganet di media sosial, bukan sekadar atap dan tembok tapi tempat yang layak untuk hidup dan tumbuh.

banner 336x280
Baca juga:  Empat Prajurit TNI Ditahan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Komentar