Majelis Ulama Iran Klaim Sudah Tentukan Pengganti Pemimpin Tertinggi, Israel Ancam Targetkan Suksesor

Internasional14 Dilihat
banner 468x60

TEHERAN, NUSANTARAVOICE.COM — Lembaga yang bertanggung jawab memilih pemimpin tertinggi baru Iran menyatakan telah mencapai keputusan terkait sosok pengganti setelah wafatnya Ali Khamenei. Namun hingga kini nama tokoh yang terpilih belum diumumkan secara resmi kepada publik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh anggota majelis pemilih, Mohsen Heydari, yang mengatakan bahwa mayoritas anggota telah menyepakati kandidat yang dianggap paling layak untuk memimpin Iran.

“Calon paling sesuai yang disetujui oleh mayoritas anggota Majelis Ahli telah ditentukan,” ujar Heydari pada Minggu, seperti dikutip kantor berita Iran ISNA.

Hal serupa juga disampaikan oleh anggota majelis lainnya, Mohammad Mehdi Mirbagheri. Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars, ia menyebutkan bahwa mayoritas anggota telah mencapai keputusan yang kuat mengenai sosok pemimpin baru.

Di sisi lain, militer Israel mengeluarkan peringatan keras bahwa pihaknya akan menargetkan siapa pun yang menggantikan posisi pemimpin tertinggi Iran. Dalam pernyataan berbahasa Persia di media sosial X, militer Israel juga menyatakan akan mengejar siapa saja yang terlibat dalam proses penunjukan pengganti Khamenei.

Salah satu nama yang sempat muncul sebagai kandidat kuat adalah putra mendiang pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei, yang berusia 56 tahun. Meski demikian, peluangnya belum pasti karena rencana suksesi dari ayah ke anak menuai kritik luas. Banyak kalangan menilai hal itu berpotensi memperkuat sistem kekuasaan yang dianggap represif oleh sejumlah kelompok hak asasi manusia.

Baca juga:  UNRWA Kecam Keras Airdrop Bantuan ke Gaza: Tidak Efisien dan Pengalih Perhatian

Selain itu, suksesi keluarga juga kurang diterima dalam tradisi ulama Syiah Iran, terutama karena republik Islam Iran lahir dari revolusi tahun 1979 yang menggulingkan sistem monarki.

Berdasarkan konstitusi Iran, lembaga Assembly of Experts yang beranggotakan 88 ulama memiliki kewenangan memilih dan mengawasi pemimpin tertinggi negara.

banner 336x280

Komentar