PRANCIS, NUSANTARAVOICE.COM- Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier melontarkan kritik tajam terhadap arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump. Keduanya memperingatkan bahwa tatanan internasional berbasis aturan yang dibangun sejak Perang Dunia II kini berada di ambang keruntuhan.
Dalam pidatonya di hadapan korps diplomatik Prancis di Istana Élysée, Macron menilai Amerika Serikat perlahan menjauh dari sekutunya dan mulai melepaskan diri dari aturan internasional yang selama ini justru mereka dorong. Ia menilai sistem multilateral semakin kehilangan efektivitas di tengah menguatnya persaingan kekuatan besar.
“Kita hidup di dunia kekuatan besar dengan godaan nyata untuk membagi-bagi dunia,” ujar Macron. Ia menegaskan Prancis menolak bentuk kolonialisme dan imperialisme baru, sekaligus menolak ketergantungan berlebihan terhadap kekuatan global mana pun. Menurutnya, Eropa perlu memperkuat otonomi strategis dan mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat maupun China.
Nada serupa disampaikan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. Dalam pidatonya di Berlin, ia memperingatkan bahwa demokrasi global tengah berada dalam ancaman serius. Ia menyebut invasi Rusia ke Ukraina sebagai titik balik sejarah, namun menilai perilaku Amerika Serikat belakangan ini menjadi “retakan besar kedua” dalam tatanan dunia.
“Terjadi keruntuhan nilai oleh mitra terpenting kita, Amerika Serikat, yang sebelumnya ikut membangun tatanan dunia ini,” kata Steinmeier. Ia memperingatkan dunia berisiko berubah menjadi “sarang perampok”, di mana pihak paling kuat mengambil apa pun yang mereka inginkan, sementara negara kecil menjadi tidak berdaya.







Komentar