Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Penerimaan Negara dari Sektor Energi dan Minerba Terus Meningkat

Nasional3 Dilihat
banner 468x60

Di sektor ketenagalistrikan, pemerintah telah menangani gangguan pasokan listrik yang sebelumnya terjadi di Batam. Menko Bahlil menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional guna memastikan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia mendapatkan layanan listrik yang stabil.

“Kami laporkan bahwa untuk kondisi listrik di Batam yang kemarin sempat eror, sudah bisa tertangani dan sekarang program kita untuk listrik adalah bagaimana memastikan di semua wilayah tidak ada lagi pemadaman bergilir,” katanya.

banner 970x250

Selain menjaga pasokan energi, pemerintah juga mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral. Menko Bahlil melaporkan realisasi PNBP periode Januari–Oktober 2026 mencapai Rp127,74 triliun, mendekati target APBN sebesar Rp133,63 triliun. Pemerintah bahkan menargetkan penerimaan hingga Rp165 triliun untuk membantu memperkuat ruang fiskal negara, termasuk dalam pembiayaan subsidi BBM.

“Target kita nanti untuk membantu Menteri Keuangan dalam rangka menambal devisit terhadap subsidi BBM itu kita akan mencapai Rp165 triliun Pak Menteri Keuangan. Jadi surplus sekitar Rp30 triliun, ini untuk PNBP,” ujar Menko Bahlil.

Kinerja positif juga terlihat pada sektor ekspor batu bara. Meski volume ekspor Januari–September 2026 turun menjadi sekitar 343 juta ton dibandingkan 374 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor justru meningkat dari sekitar 21 miliar dolar AS menjadi 23,71 miliar dolar AS. Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan nilai ekspor di tengah penurunan volume komoditas yang dikirim ke luar negeri.

Baca juga:  Sidang Pemerasan Sertifikat K3, Noel Singgung Keterlibatan Partai Politik Berinisial “K”

“Jadi barang produksi turun pendapatan naik,” tegas Menko Bahlil saat menjelaskan perkembangan kinerja ekspor batu bara nasional.

Sementara itu, ekspor nikel juga menunjukkan peningkatan. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor nikel dilaporkan mencapai sekitar 24,55 miliar dolar AS, naik dibandingkan periode Januari–Agustus 2025 yang tercatat sebesar 21,22 miliar dolar AS. Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator penguatan kontribusi komoditas mineral terhadap perdagangan nasional.

banner 336x280

Komentar