Ngaji Kebangsaan ini diikuti oleh 700 peserta langsung, terdiri dari 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri. Sementara itu, 41.449 peserta mengikuti kegiatan secara virtual dari berbagai wilayah Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa pesan Kapolri menjangkau keluarga besar Polri secara luas.
JAN menilai forum seperti ini memiliki nilai strategis dalam membangun karakter dan integritas personel Polri. “Ketika polisi mendapatkan siraman rohani dan nasihat dari ulama, itu bukan hanya soal tugas, tetapi juga soal moral. Ini yang membuat Polri lebih humanis dan dekat dengan masyarakat,” ujar Romadhon.
Ke depan, JAN berharap kolaborasi antara ulama dan Polri tidak hanya berhenti pada acara seremonial. “Kami mendorong agar sinergi ini terus berlanjut dalam program-program nyata. Ulama bisa membantu Polri dalam pendekatan humanis, dan Polri bisa memastikan keamanan bagi para ulama untuk menyebarkan kebaikan,” pungkas Romadhon.
Dari Rembang, pesan kebersamaan itu bergema: ulama memberi arah, Polri menjaga rasa aman, dan keduanya bertemu dalam satu tujuan—merawat persatuan dan membuka jalan bagi Indonesia yang lebih maju.










Komentar