Komisi IX DPR Setujui Pagu Anggaran Kementerian P2MI Rp3,9 Triliun, JNPM: Momentum Perkuat Pelindungan PMI

Berita5 Dilihat

Dukungan Publik untuk Penguatan yang Maksimal dan Terukur

Ketua Jaringan Nusantara Peduli Migran (JNPM), Romadhon Jasn, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas persetujuan pagu anggaran tersebut. Menurutnya, alokasi ini menjadi fondasi penting bagi penguatan pelindungan pekerja migran yang lebih maksimal dan terukur.

“Ini kabar baik dan patut kita dukung bersama. Dengan anggaran yang memadai, P2MI memiliki ruang lebih luas untuk memperkuat pelindungan, meningkatkan kualitas SDM, dan memperluas peluang kerja formal di luar negeri. Kami mendukung penuh,” ujar Romadhon kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).

Ia berharap anggaran ini dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga setiap program dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh pekerja migran dan keluarganya.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawal dan mendukung agar program ini berjalan maksimal. Partisipasi publik dan sinergi lintas sektor menjadi kunci agar anggaran ini benar-benar berdampak nyata, terukur, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan

Mukhtarudin menegaskan bahwa P2MI akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam mengoptimalkan program yang memiliki irisan, khususnya terkait pemberdayaan warga negara Indonesia yang berniat bekerja di luar negeri.

“Kami dengan Kemnaker akan selalu berkoordinasi dalam rangka optimalisasi program yang nanti ada memang irisannya ada sama terkait dengan program-program peningkatan pemberdayaan bagi warga negara, khususnya warga WNI yang berniat bekerja di luar negeri,” ujar Mukhtarudin.

Dengan persetujuan pagu anggaran ini, P2MI memiliki landasan pembiayaan untuk melanjutkan program penempatan, pelindungan, dan pemberdayaan pekerja migran pada 2027. Pelaksanaan program diharapkan tetap berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemenuhan hak pekerja migran Indonesia.