Pemprov Sultra Terjunkan Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kolaka Timur

banner 468x60

KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) bahu-membahu menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Penanganan terpadu ini mencakup pemadaman langsung di lokasi terdampak, pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan petugas, hingga analisis serta pemetaan lahan gambut yang berpotensi memicu Karhutla.

​Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Timur, hingga 16 September 2026, luas lahan yang terdampak Karhutla di Koltim mencapai kurang lebih 423,14 hektare. Area yang terbakar tersebut tersebar di tiga kecamatan, tujuh desa, dan satu kelurahan.

banner 970x250

​Guna mempercepat pemadaman, BPBD Provinsi Sultra telah menurunkan personel dan peralatan untuk mendukung BPBD Kabupaten Kolaka Timur. Pos penanganan Karhutla dipusatkan di Kantor Polsek Lalolae.
Berbagai peralatan yang dimilki diturunkan untuk memadamkan api di kawasan tersebut. Salah satu kawasan terdampak paling parsh adalah di Desa Weamo, Kecamatan Tinondo. Di wilayah ini, tim melakukan pemadaman dengan total 319,35 hektar, dimana beberapa di antaranya merupakan lahan gambut.

Proses pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat karena petugas harus berjalan kaki sejauh kurang lebih satu kilometer dari permukiman warga untuk mencapai titik api.

Baca juga:  Harmin Ramba Janji Tuntaskan Problem Banjir Tahunan di Lalonggotomi

Selain akses yang sulit, hembusan angin kencang yang sering berubah arah turut menyulitkan proses pemadaman. ​Untuk memastikannya tetap berkelanjutan, peralatan pemadaman dan mobil tangki air terus disiagakan di lokasi.

Selain personel BPBD provinsi yang bertugas bergiliran, tim medis dari dinas kesehatan Sultra juga ambil bagian. Sejauh ini, mereka menggelar layanan kesehatan di Balai Kelurahan Tinengi dengan sasaran 35 warga. Hasil pemeriksaan menunjukkan 15 warga mengalami hipertensi dan 20 warga mengeluhkan batuk, sesak napas, serta Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

​Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan di Desa Solewatu dengan sasaran 30 warga, lalu bergeser ke Desa Weamo untuk memberikan pengobatan kepada warga setempat serta petugas pemadam dari Manggala Agni, TNI/Polri, dan BPBD.

banner 336x280

Komentar