“Sekali lagi, saya ingin mengingatkan kita, jangan kita hanya berhenti di kegiatan protokuler, tetapi betul-betul kita harus siap di lapangan karena kebakaran ini perlu adanya penanganan bersama,” ujarnya.
Selain itu, imbauan mengenai larangan melakukan tindakan yang dapat memicu Karhutla harus terus dilakukan. Gubernur meminta penegakan hukum diterapkan secara tegas terhadap pihak, baik perorangan maupun korporasi, yang sengaja maupun lalai melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk membuka lahan pertanian atau perkebunan.
Untuk menghadapi krisis air bersih, OPD teknis diminta menyiapkan sumber air alternatif dan mendistribusikan air menggunakan armada truk tangki ke wilayah pemukiman yang mengalami krisis air. Sementara sektor kesehatan diminta menyiagakan puskesmas dan rumah sakit untuk mengantisipasi dampak musim kemarau.
Gubernur juga menekankan pentingnya manajemen operasional simulasi dan peningkatan keterampilan personel. Selain itu, pengumpulan data dan pemanfaatan teknologi informasi perlu diperkuat melalui penggunaan big data, pemantauan satelit BMKG dan aplikasi digital pelaporan bencana secara real-time.
Selain kesiapan pemerintah, Gubernur menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pencegahan bencana. Para bupati dan wali kota diminta menyampaikan kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak kebakaran sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk bersama-sama mencegah terjadinya bencana.
Ia juga mengingatkan agar apel siaga tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Seluruh daerah diminta benar-benar menyiapkan langkah berdasarkan data dan mulai menganggarkan kebutuhan pencegahan serta penanggulangan bencana, termasuk anggaran kegiatan, personel dan material yang diperlukan.
“Saya berharap bukan hanya kegiatan seremonial. Betul-betul kita siap untuk menghadapi bencana. Ada data, maka dengan data itu kita bisa melakukan langkah-langkah,” ujarnya.
Gubernur selanjutnya meminta BPBD, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, mengaktifkan posko siaga yang berfungsi selama 24 jam untuk memberikan informasi, terutama kepada Forkopimda, sehingga dapat menggerakkan instansi terkait dan mempercepat penanggulangan bencana secara bersama-sama.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan dukungan sarana mitigasi dan logistik penanggulangan bencana kebakaran hutan dan kekeringan kepada Bupati Bombana, Bupati Muna Barat, dan Bupati Buton Utara oleh Gubernur Sultra.
Selanjutnya, dilaksanakan simulasi penanganan bencana oleh personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan perangkat daerah terkait. Simulasi tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Sultra bersama Forkopimda dan pejabat terkait.
