KENDARI, NUSANTARAVOICE.COM – Dugaan penganiayaan terhadap seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Ilham, mendapat perhatian dari sejumlah organisasi mahasiswa di Kota Kendari.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 WITA di sebuah kamar kos yang berada di Lorong Salangga, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
Ilham disebut menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari kelompok mahasiswa Papua. Sejumlah organisasi mahasiswa kemudian mendesak aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut secara objektif guna mencegah persoalan berkembang menjadi konflik antarkelompok.
Peristiwa itu menjadi perhatian setelah PC PMII Kota Kendari bersama Kelompok Poros Tengah FKIP UHO dan LKBH HMI Kota Kendari melakukan aksi di kawasan perempatan Kampus Baru UHO untuk menyuarakan dugaan penganiayaan tersebut.
Berdasarkan keterangan Ilham, kejadian bermula ketika dirinya terbangun setelah mendengar suara langkah kaki yang berlari dan berhenti tepat di depan kamar kosnya.
Menurut pengakuannya, sekelompok orang tersebut kemudian berteriak meminta pintu kamar dibuka sembari melakukan dobrakan.
“Saya kebangun karena mendengar pijakan kaki yang lari kemudian berhenti di depan kamar saya. Mereka langsung bilang, ‘ini dia kamarnya, woy-woy, buka anjing,’ disertai dobrakan yang keras,” ujar Ilham.
Ilham mengatakan dirinya bersama kakaknya kemudian berusaha menahan pintu dari dalam agar orang-orang tersebut tidak masuk ke kamar.
Namun, menurut keterangannya, sekelompok orang tersebut diduga menggunakan linggis untuk merusak pintu hingga akhirnya berhasil masuk ke dalam kamar.
Setelah masuk, Ilham mengaku mengalami penganiayaan. Ia menyebut sejumlah benda, di antaranya linggis, kapak, pipa dan parang, diduga digunakan dalam aksi tersebut.
Ilham kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju gerbang asrama. Namun, menurut pengakuannya, dirinya kembali dihadang oleh sekelompok orang yang jumlahnya diperkirakan sekitar 20 orang.
“Sesampainya di gerbang asrama saya dihadang lagi oleh sekitar 20 orang yang merupakan kelompok dari pelaku. Di kejadian itu saya dipukuli menggunakan linggis, kapak dan parang,” kata Ilham.
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menduga Ilham merupakan korban salah sasaran. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat kepolisian.
Begitu pula dengan motif kedatangan sekelompok orang ke kamar korban hingga dugaan penganiayaan terjadi. Hingga kini, motif dan identitas seluruh pihak yang terlibat masih perlu dipastikan melalui proses hukum.















Komentar