“Kami tidak ingin korban berjatuhan lagi. Dukungan ini adalah bentuk kepedulian pada keselamatan warga, terutama para petugas dan pemulung di Bantargebang,” tegas Edi.
Edi juga menyoroti pentingnya penguatan fasilitas pengolahan sampah antara (Intermediate Treatment Facility/ITF) dan bank sampah digital sebagai bagian dari hilirisasi sampah yang dicanangkan Gubernur. Program ini dinilai perlu disertai edukasi publik yang masif dan insentif bagi warga yang berperan aktif dalam memilah sampah.
“Mengubah sampah menjadi sumber daya ekonomi adalah masa depan Jakarta. Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk memastikan kebijakan ini sukses dan membawa manfaat nyata bagi seluruh warga,” pungkas Edi Homaidi.
Dengan kebijakan ini, Jakarta ditargetkan dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke luar kota hingga 30% dalam setahun. Seluruh elemen masyarakat diajak untuk mendukung penuh langkah gubernur demi terciptanya Jakarta yang bersih, sehat, dan mandiri dalam pengelolaan limbah.
















Komentar