MAKI Peringatkan Polri Soal Serangan Balik Pasca Kasus Febrie: Waspadai Buzzer dan Hoaks!

Berita137 Dilihat
banner 468x60

“Kami sependapat dengan MAKI bahwa ada upaya sistematis untuk melemahkan Polri melalui hoaks dan buzzer. Ini adalah serangan terhadap penegakan hukum itu sendiri. JAN mengajak publik untuk tetap kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya,” ujar Romadhon, kepada wartawan.

MAKI mendorong Polri agar tidak terpengaruh oleh tekanan publik yang dibangun secara artifisial. Boyamin meminta Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk tetap fokus pada pengusutan tuntas kasus Febrie Adriansyah dan tidak goyah oleh upaya-upaya pelemahan yang sifatnya tidak substantif.

banner 970x250

“Kami meminta Kapolri untuk tetap tegak dan tidak terpengaruh oleh serangan yang tidak jelas asal-usulnya. Ini ujian besar bagi kepemimpinan Polri,” ujar Boyamin.

Romadhon juga menambahkan bahwa pengungkapan kasus Febrie Adriansyah adalah bukti nyata komitmen Polri memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Ia menilai, semakin besar kasus yang diungkap, semakin besar pula ancaman yang akan dihadapi oleh aparat penegak hukum.

“Kasus Febrie adalah pengungkapan luar biasa. Tapi kita juga harus sadar bahwa semakin besar kasus yang dibongkar, semakin besar pula upaya untuk menggagalkannya. Polri perlu memperkuat literasi digital publik agar masyarakat tidak termakan hoaks,” ujar Romadhon.

Baca juga:  Misi Teheran: Menjemput Mandat Perdamaian di Tengah Arus Geopolitik

MAKI juga mengimbau publik untuk lebih cermat dalam mencerna informasi yang beredar di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang tidak terbukti kebenarannya. Kasus Febrie Adriansyah dan ancaman serangan balik terhadap Polri disebut akan terus diawasi oleh MAKI sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap pemberantasan korupsi.

Romadhon menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mendukung penegakan hukum. “Kami percaya Polri mampu melewati ujian ini. Dukungan publik adalah benteng terkuat melawan serangan balik yang tidak bertanggung jawab. Mari kita jaga kepercayaan pada institusi penegak hukum,” pungkas Romadhon.

banner 336x280

Komentar