JAN: Polda Metro-Siber Bareskrim Bongkar Sindikat Hoaks, Ini Pelajaran Penting untuk Masyarakat

Berita234 Dilihat

JAKARTA. NUSANTARAVOICE.COM – Polda Metro Jaya bersama Direktorat Siber Bareskrim Polri membongkar sindikat penyebar disinformasi yang memanfaatkan video demo lama untuk memprovokasi masyarakat. Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa ancaman di ruang digital tak kalah berbahaya dengan ancaman fisik.

Sindikat ini menggunakan taktik manipulatif: mengunggah ulang video aksi massa tahun lalu, lalu mengklaimnya sebagai kejadian hari ini. Mereka juga membingkai narasi seolah pemerintah menyembunyikan berita, memicu kepanikan publik. Para tersangka yang diamankan antara lain AA, RA, dan SA, yang berperan sebagai pengelola akun buzzer dan kreator konten provokasi.

Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) mengapresiasi langkah Polri yang tak hanya bergerak di ranah konvensional, tetapi juga merambah dunia maya. Ini menunjukkan kesiapan institusi menghadapi perang informasi yang semakin kompleks.

“Kami mengapresiasi langkah Polri yang tidak hanya di ranah fisik, tapi juga digital. Pengungkapan ini penting agar publik tidak termakan konten provokatif yang dirancang untuk memecah belah,” ujar Ketua JAN, Romadhon Jasn, kepada awak media, Selasa (28/7)..

Modus yang digunakan tergolong canggih. Selain daur ulang video, mereka menggunakan AI voiceover, backsound sirine dan tembakan, serta menyunting konten agar terlihat lebih dramatis. Platform yang menjadi sasaran utama adalah TikTok, Snack Video, X, Facebook, dan Telegram.

Pengungkapan ini menjadi alarm bagi masyarakat. Hoaks bukan sekadar informasi salah, tapi senjata pemecah belah yang dirancang sistematis. Dengan modus yang kian canggih, kewaspadaan publik adalah benteng terakhir melawan provokasi. Polri telah bergerak, kini giliran masyarakat cerdas memilih informasi.