Harga BBM Turun dan QR Code Diblokir, Masyarakat Apresiasi Kinerja Pertamina

banner 468x60

Romadhon menambahkan, penertiban ini adalah langkah penting untuk menjaga keadilan dan memastikan subsidi dinikmati oleh yang berhak. “Kami mengapresiasi langkah tegas BPH Migas dan Pertamina. Penyaluran BBM subsidi yang tepat sasaran akan mengurangi beban negara dan memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan haknya. Sinergi ini patut dicontoh,” ujarnya.

Meski demikian, satu pertanyaan tetap mengemuka di publik: mengapa Pertamax 92 masih bertahan di Rp16.250 per liter? Padahal, harga minyak mentah Indonesia (ICP) per Juni 2026 turun signifikan dari US$106,56 menjadi US$83,45 per barel. Pakar ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi price smoothing yang diterapkan Pertamina.

banner 970x250

Sebelumnya, saat harga minyak dunia melonjak, Pertamina menahan kenaikan Pertamax sehingga menyerap kerugian. Kini, saat harga turun, margin tersebut dipulihkan secara bertahap. Namun, Yayan mengakui bahwa formula dasar harga Pertamax sebenarnya mengarah ke sekitar Rp13.700 per liter.

Romadhon menutup dengan pesan optimisme. “Kami mendorong agar penurunan harga BBM nonsubsidi terus dievaluasi seiring penurunan ICP. Kami juga mengapresiasi langkah tegas BPH Migas dan Pertamina dalam memberantas penyalahgunaan BBM subsidi. Dengan sinergi yang baik dan pengawasan yang ketat, kepercayaan publik terhadap tata kelola energi nasional akan semakin kuat.”

Baca juga:  Orang Indonesia Ini Bangun Bisnis Senyap, Tapi Kekayaannya 113 Triliun; Tanpa Tambang, Mal atau Bank

Gagas Nusantara berharap langkah positif ini terus berlanjut. Masyarakat diimbau untuk tetap bijak menggunakan energi dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan kerja sama semua pihak, ketahanan energi nasional akan semakin kokoh dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia.

banner 336x280

Komentar