Analis komunikasi politik ini juga menyoroti peran Dasco yang kerap tampil sebagai ‘juru bicara tak resmi’ Presiden Prabowo. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Dasco memiliki pemahaman mendalam terhadap visi dan misi presiden, sehingga mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara DPR dan pemerintah.
Ketua Jaringan Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn, sependapat dengan penilaian Hensa. Menurutnya, apa yang dilakukan Dasco selama ini adalah bukti bahwa DPR bisa menjadi mitra kritis sekaligus solutif bagi pemerintah, bukan sekadar oposisi yang hanya berteriak.
“Saya setuju dengan Pak Hensa. Pak Dasco ini beda. Beliau tidak hanya mendengar keluhan rakyat, tapi langsung bergerak mencari solusi. Itu yang namanya wakil rakyat yang sesungguhnya. Kami di akar rumput merasakan manfaat dari gerakan cepat beliau,” ujar Romadhon, kepada awak media, Jumat (3/7) di Jakarta.
Romadhon berharap gaya politik Dasco ini menjadi contoh bagi seluruh pimpinan DPR. Menurutnya, rakyat membutuhkan teladan, bukan sekadar janji.
“Pak Dasco sudah menunjukkan bahwa politik itu bukan hanya soal kekuasaan, tapi juga soal kepedulian terhadap rakyat kecil. Kami berharap gaya kepemimpinan seperti ini terus menjadi inspirasi bagi para wakil rakyat lainnya,” tutup Romadhon dengan penuh harapan.
