Di Astana Giribangun, Kapolri mengenang Soeharto yang juga berkontribusi pada pembangunan bangsa. Meski berbeda zaman, Kapolri datang tanpa beban politik. Ini pesan simbolis: Polri melayani semua, bukan hanya satu golongan.
Namun JAN juga menyelipkan catatan. Ziarah tidak boleh berhenti di makam. Nilai-nilai yang diserap harus diterjemahkan dalam pelayanan nyata di tengah masyarakat.
“Yang penting bukan sekadar ziarah, tapi konsistensi menjaga semangat reformasi. Polri sudah menunjukkan itu lewat rekrutmen bersih dan pendekatan humanis. Jangan berhenti di sini,” kata Romadhon.
Menutup pernyataannya, Romadhon mengajak publik untuk melihat ziarah ini sebagai simbol penguatan institusi. Polri tidak sedang mencari simpati, tapi kembali ke akar sejarahnya.
“Kami hormati tradisi ini. Semoga Polri semakin dicintai rakyat, bukan karena seremonial, tapi karena kerja nyata yang berpihak pada keadilan dan kemanusiaan,” pungkas Romadhon
















Komentar