Bahlil Jamin Tak Ada Pemadaman, Listrik Padam di Pati, Jepara dan Bogor, Ini Kegagalan Total

Berita9 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM – Sehari setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin tak ada lagi pemadaman, warga Pati dan Jepara justru gelap bergilir, Jumat (19/6). Fakta ini menjadi bukti baru kegagalan total kepemimpinan Bahlil dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Di Pati, enam desa—Raci, Ngening, Klayusiwalan, Bulumulyo, Sokoagung, dan Trimulyo—padam 10.00-15.00 WIB. Di Jepara, Desa Ngabul, Tahunan, Langon, dan Senenan juga ikut gelap pada jam yang sama . Kemarin, warga Bogor juga mengalami nasib serupa di 10 titik. Pola berulang: pernyataan optimistis pejabat, penderitaan rakyat di lapangan.

banner 970x250

Kamis (18/6), Bahlil menjawab tegas: “Insyaallah enggak” ada pemadaman ke depan. Ia mengakui defisit batu bara 18-20 juta ton, namun menyebut “overall enggak ada masalah”.

Padahal, Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa mengungkap akar defisit adalah kebijakan Bahlil sendiri: penurunan target produksi RKAB 2026 menjadi 600 juta ton dari 790 juta ton. Proses persetujuan yang lambat membuat batu bara terlambat sampai PLTU dan stok kritis.

Pengamat kebijakan publik Roni Anjari mengkritik keras Bahlil sebagai biang kerok utama krisis. “Janji ‘tak ada pemadaman’ terbukti bohong. Kemarin Bogor, hari ini Pati-Jepara. Ini kebohongan publik berulang. Bahlil-lah yang menciptakan kelangkaan buatan dengan memangkas RKAB. Tapi dia paling lantang berjanji dan membantah masalah. Ini ironi tak bisa ditoleransi,” terang Roni, kepada media, Jumat (19/6) di Jakarta.

Baca juga:  Gelar Aksi Serentak Sultra dan Jakarta, Tuntut Periksa Kepala BPJN Sultra, PPK dan Kontraktor

Roni juga menyoroti kepemimpinan Darmawan Prasodjo yang dinilai gagal total. “Di bawah Darmawan, pemadaman terjadi di mana-mana. Ini pertama kali pemadaman bergilir di Jawa sejak 2008. Bali padam total 3 kali dalam 4 tahun. Darmawan adalah Dirut PLN terburuk sepanjang sejarah.”

banner 336x280

Komentar