Mundur dari Jabatan Plt Rektor Jelang Pilrek UHO, Masyarakat Nilai Dr. Herman Beri Teladan Demokrasi Akademik yang Sehat

Berita21 Dilihat

Akril mengingatkan bahwa Pilrek UHO bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah pengembangan universitas beberapa tahun ke depan. Karena itu, seluruh pihak diharapkan menjaga suasana kampus tetap kondusif dan menjadikan perbedaan pilihan sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.

“Jangan sampai perbedaan dukungan melahirkan sekat-sekat di lingkungan kampus. UHO membutuhkan persatuan, kedewasaan, dan semangat kolegial agar pemilihan ini benar-benar menghasilkan pemimpin terbaik untuk kemajuan universitas,” katanya.

Ia juga mengajak anggota senat, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni untuk menjadikan Pilrek sebagai arena adu gagasan, rekam jejak, serta visi pembangunan kampus, bukan pertarungan kepentingan kelompok.

Lebih lanjut, Akril menilai pengunduran diri Dr. Herman memberikan pesan penting bahwa integritas kepemimpinan tidak hanya diukur dari kewenangan yang dimiliki, tetapi juga dari kesediaan untuk mengambil langkah-langkah etis demi menjaga kepercayaan publik.

“Ketika seseorang bersedia melepaskan jabatan yang sebenarnya masih dapat dipertahankan demi memastikan proses berjalan lebih fair, maka publik berhak melihatnya sebagai bentuk keteladanan. Nilai-nilai seperti inilah yang perlu terus dirawat di lingkungan perguruan tinggi,” tutupnya.