TANJUNGPINANG, NUSANTARAVOICE.COM– Kerja sama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau serta dua politeknik di Batam mendapat apresiasi dari aktivis buruh migran. Namun di balik optimism itu, muncul catatan kritis mengenai konsistensi implementasi di tingkat teknis.
Direktur Jaringan Nusantara Pedulu Migran (JNPM), Romadhon Jasn, menilai langkah Menteri P2MI Mukhtarudin menjalin sinergi dengan lima mitra strategis di Kepri adalah terobosan tepat. Kolaborasi ini mencakup penyebarluasan informasi peluang kerja, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, layanan pemeriksaan kesehatan, hingga penempatan dan pelindungan.
“Ini langkah besar. Visi menteri mengubah Pekerja Migran Indonesia dari tenaga kasar menjadi tenaga terampil medium-high skill layak diapresiasi. Tapi jangan berhenti di sini,” katanya kepada awak media, Rabu (10/6) di Jakarta.
Romadhon juga menyoroti program SMK Go Global yang menargetkan 500.000 tenaga kerja terampil hingga 2029. Dukungan Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang menyiapkan anggaran khusus untuk uji kompetensi dan sertifikasi internasional bagi lulusan SMK dinilai sebagai kabar baik yang jarang muncul dari pemerintah daerah.










Komentar