JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM – Hari ini 10 Juni 2026, harga Pertamax resmi menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter. Publik pun bereaksi. Ada yang kaget, ada yang kecewa. Sebagai aktivis yang sehari-hari berdialog dengan warga, saya memahami setiap rasa itu.
Namun di tengah dinamika ini, kita pemuda baiknya memilih untuk tidak ikut-ikutan memanaskan suasana. Justru, sebagai aktivis yang peduli bangsa mengajak kita semua untuk menarik napas, menenangkan diri, dan mengalihkan energi ke hal yang lebih produktif: pengawasan dan dialog.
“Kami ingin mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Duduklah, bacalah data, dan mari kita bicara dengan kepala dingin. “Karena keputusan yang diambil dalam keadaan panas jarang sekali membawa kebaikan bagi kita semua,” ungkap Romadhon Jasn, Aktivis Nusantara, kepada awak media, Rabu (10/6) di Jakarta.
Kenaikan harga memang tidak pernah menjadi kabar yang menyenangkan. Tapi sebagai bangsa yang dewasa, kita tahu bahwa harga energi global tidak pernah diam. Indonesia, sebagai negara pengimpor minyak, tidak bisa sepenuhnya lepas dari tekanan pasar dunia. Yang patut kita syukuri adalah BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak ikut naik. Pemerintah dan Pertamina masih hadir melindungi masyarakat bawah.
“Alih-alih sibuk menyebarkan kekecewaan yang tidak produktif, mari kita fokus pada satu pertanyaan sederhana: ‘Apa yang bisa kita lakukan sebagai warga negara?’ Jawabannya adalah mengawal. Mengawal kualitas, mengawal distribusi, mengawal transparansi. Itulah partisipasi aktif yang sesungguhnya.”















Komentar