Visioner Indonesia: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Masih Wajar dan Relatif Terkendali Dibanding Negara ASEAN

Berita5 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM – Visioner Indonesia menilai penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang dilakukan PT Pertamina mulai 10 Juni 2026 merupakan langkah yang wajar di tengah gejolak pasar energi global akibat konflik Iran dengan aliansi Amerika Serikat–Israel yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Sekreatris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, menyatakan bahwa kenaikan harga BBM tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga hampir di seluruh negara yang terdampak oleh lonjakan harga minyak dunia dan gangguan rantai pasok energi internasional. Oleh karena itu, masyarakat perlu melihat kebijakan ini dalam konteks global, bukan semata-mata sebagai persoalan domestik.

banner 970x250

“Jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, kenaikan harga BBM di Indonesia masih relatif terkendali. Bahkan pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi untuk melindungi daya beli masyarakat,” ujarnya, Selasa, 10/6/2026.

Berdasarkan berbagai data internasional, sejumlah negara ASEAN mengalami kenaikan harga BBM yang jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Myanmar mencatat kenaikan hingga 100 persen, Kamboja 67,81 persen, Filipina 54,20 persen, Vietnam 49,73 persen, dan Laos 32,94 persen. Sementara di Indonesia, penyesuaian harga hanya berlaku pada BBM non-subsidi, sedangkan BBM yang digunakan mayoritas masyarakat masih dipertahankan oleh pemerintah.

Baca juga:  Rumus Sepak Bola Prabowo dan Kontrak Kinerja Kapolri di Era Baru

Akril menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan Pertamina masih berupaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pasokan energi nasional dan perlindungan terhadap masyarakat. Di tengah tekanan harga minyak dunia yang terus meningkat, langkah penyesuaian pada BBM non-subsidi merupakan mekanisme yang lazim dilakukan di berbagai negara.

banner 336x280

Komentar