Waspada! Situs Penipuan Muncul di Hasil Rekomendasi ChatGPT, Konsumen Terancam Jadi Korban

Internasional14 Dilihat

LONDON, NUSANTARAVOICE.COM – Pengguna kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT diminta lebih berhati-hati setelah ditemukan sejumlah situs penipuan yang muncul dalam hasil rekomendasi belanja yang diberikan oleh AI tersebut.

Temuan ini diungkap oleh Ask Silver, layanan pemeriksa penipuan digital, yang menemukan adanya situs palsu yang meniru merek fesyen ternama Russell & Bromley serta peritel perlengkapan rumah tangga Dunelm.

Modus penipuan ini bermula ketika pengguna meminta rekomendasi produk kepada ChatGPT. Misalnya, saat seseorang mencari tas yang sedang populer dari Russell & Bromley, AI akan menampilkan sejumlah pilihan lengkap dengan kategori dan harga. Namun, sebagian tautan yang muncul sebagai sumber informasi ternyata mengarah ke situs palsu yang dibuat menyerupai situs resmi perusahaan.

Pengguna yang tidak menyadari hal tersebut berpotensi melakukan pembelian melalui situs penipuan dan menyerahkan informasi pribadi maupun data perbankan kepada pelaku kejahatan siber.

Anna Jones dari Ask Silver menjelaskan bahwa fenomena ini kemungkinan terjadi akibat praktik yang dikenal sebagai “AI poisoning” atau peracunan data AI. Metode tersebut dilakukan dengan menyisipkan konten berbahaya ke dalam sumber informasi yang dipelajari oleh sistem kecerdasan buatan, termasuk melalui pembuatan halaman web palsu yang dirancang agar terlihat meyakinkan.

“Dalam kasus ini, para penipu diduga memanfaatkan situasi setelah Russell & Bromley masuk ke dalam administrasi dan diakuisisi oleh Next pada Januari 2026. Karena situs resmi Russell & Bromley sudah tidak lagi beroperasi, banyak konsumen masih mencarinya di internet sehingga menjadi target empuk bagi pelaku penipuan,” ujar Jones.

Penelitian Ask Silver menunjukkan bahwa ketika ChatGPT ditanya mengenai tas dan dompet Russell & Bromley yang populer, AI memberikan rekomendasi lengkap beserta sumber yang terlihat kredibel. Namun, di antara sumber tersebut terdapat situs palsu yang menawarkan diskon besar hingga 80 persen.