Waspada! Situs Penipuan Muncul di Hasil Rekomendasi ChatGPT, Konsumen Terancam Jadi Korban

Internasional47 Dilihat
banner 468x60

Sekilas situs tersebut tampak profesional dan meyakinkan. Akan tetapi, konsumen yang melakukan transaksi berisiko kehilangan uang karena pembayaran masuk ke rekening pelaku penipuan, sementara barang yang dijanjikan tidak pernah dikirimkan.

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Tim Penipuan National Trading Standards, Louise Baxter, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai rekomendasi yang diberikan AI tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.

banner 970x250

“Konsumen kini semakin sering menggunakan AI untuk mencari saran dan rekomendasi. Namun para penjahat juga bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi. Fakta bahwa situs penipuan dapat muncul dalam hasil pencarian AI menjadi pengingat bahwa pelaku kejahatan akan memanfaatkan setiap peluang untuk menjangkau calon korban,” katanya.

Sementara itu, perusahaan Next yang mengakuisisi Russell & Bromley menyatakan telah mengetahui keberadaan situs-situs palsu tersebut dan sedang berupaya agar situs tersebut ditutup.

Pihak ChatGPT juga mengonfirmasi bahwa tautan situs penipuan yang ditemukan telah dihapus dari indeks pencarian mereka. Pengguna yang menemukan situs mencurigakan dalam hasil rekomendasi AI diimbau untuk segera melaporkannya melalui mekanisme pelaporan yang tersedia.

Para ahli keamanan siber mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa alamat situs web secara teliti, memastikan keaslian domain, serta menghindari transaksi pada situs yang menawarkan diskon tidak masuk akal. Jika terlanjur memberikan data keuangan kepada situs mencurigakan, pengguna disarankan segera menghubungi bank dan melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas terkait.

banner 336x280
Baca juga:  Komdigi Gaspol Roadmap AI: Dorong Inovasi, Kawal Etika demi Indonesia Emas 2045

Komentar