Menatap ke Depan: Elemen Sipil Ajak Publik Sudahi Polemik Audio Parlemen

Berita20 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM- Gedung parlemen hari itu sejatinya tengah menggelar agenda besar yang mempertaruhkan arah masa depan perekonomian bangsa melalui pemaparan peta jalan kemakmuran nasional. Namun perhatian publik yang semestinya tertuju pada substansi kesejahteraan justru bergeser akibat potongan audio singkat pimpinan sidang yang terdengar dari pengeras suara.

Kejadian mikrofon yang lupa dimatikan itu kemudian berkembang menjadi komoditas politik di ruang digital. Padahal, ucapan Sufmi Dasco Ahmad dinilai sebagai respons spontan pimpinan dewan untuk memastikan panggung utama tetap berfokus pada visi kepemimpinan presiden yang sedang menjabat.

banner 970x250

Menurut Romadhon Jasn dari Aktivis Nusantara, energi publik terlalu berharga jika terus dihabiskan pada polemik berdurasi beberapa detik yang tidak menyentuh persoalan mendasar masyarakat. Ia menegaskan bahwa pidato Prabowo Subianto mengenai RAPBN seharusnya menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan subsidi energi, pembangunan infrastruktur, dan arah ekonomi nasional. “Substansi utama hari itu adalah arah masa depan ekonomi kita, bukan sekadar urusan audio panggung yang lupa dimatikan,” ujarnya kepada awak media, Jumat (22/5/2026) di Jakarta.

Ia menilai kegaduhan yang terus dipelihara berpotensi membuka ruang polarisasi baru di tengah masyarakat. Di media sosial, berbagai akun oportunis disebut mulai membangun narasi benturan dan adu domba demi kepentingan algoritma serta keuntungan konten semata.

Baca juga:  LPTE Gelar Aksi Jilid 2 di KLHK dan Mabes Polri: Tagih Janji Penuntasan Dugaan Kejahatan Lingkungan PT GMS

Karena itu, langkah de-eskalasi atau pendinginan suasana dinilai penting agar opini liar tidak berkembang menjadi bola salju yang kontraproduktif. Sikap tenang yang ditunjukkan politisi Gerindra dalam menghadapi kegaduhan tersebut disebut dapat menjadi contoh kedewasaan dalam mengelola dinamika politik nasional. “Kebijaksanaan pimpinan dalam mengelola riuh media sosial mencerminkan kematangan bernegara yang seutuhnya,” lanjut Romadhon.

banner 336x280

Komentar