Perkuat Stabilitas Daerah, Pemprov Sultra dan Kapolda Baru Siap Bersinergi

Selain kaya sumber daya alam, gubernur menegaskan bahwa Sulawesi Tenggara juga dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman. Masyarakat dari berbagai suku, agama, budaya, dan etnis hidup berdampingan secara harmonis.

Empat suku lokal utama di Sultra, yakni Tolaki/Mekongga, Buton, Muna, dan Moronene, hidup berdampingan bersama berbagai etnis nusantara lainnya seperti Bugis, Makassar, Jawa, Sunda, Bali, Minang, Batak, Dayak, Ambon, Papua, dan suku lainnya. Kondisi tersebut menjadikan Sulawesi Tenggara kerap disebut sebagai miniatur Indonesia.

Lebih lanjut, gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara saat ini terus fokus melaksanakan berbagai kebijakan dan program pembangunan daerah guna mewujudkan visi Terwujudnya Sulawesi Tenggara yang Maju, Aman, Sejahtera dan Religius.

Menurutnya, dalam mewujudkan visi tersebut tentu akan menghadapi berbagai tantangan dan dinamika. Namun dengan dukungan seluruh komponen pembangunan daerah serta semangat kebersamaan, berbagai hambatan diyakini dapat diatasi secara bersama-sama.

Karena itu, gubernur menekankan pentingnya komitmen, koordinasi, dan kerja sama yang sinergis antara pemerintah daerah, TNI/Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung keberhasilan pembangunan.

Ia berharap sinergi dan kolaborasi yang selama ini telah terjalin baik antara jajaran Polri di wilayah Sultra dengan pemerintah daerah dapat terus dipelihara dan ditingkatkan, khususnya dalam menyukseskan program pembangunan demi peningkatan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan.