”Langkah Presiden yang melemparkan wacana ini secara terbuka adalah strategi kepemimpinan yang cerdas. Di satu sisi, Istana memberikan karpet merah berupa apresiasi atas loyalitas kinerja. Namun di sisi lain, ada standar target yang dipasang sangat tinggi,” ujar Romadhon Jasn, Ketua JAN (Jaringan Aktivis Nusantara), Senin (18/5).
Menurut Romadhon, pendekatan diplomasi terbuka seperti ini justru jauh lebih efektif dalam mengunci komitmen institusi. Publik melihatnya sebagai jaminan bahwa tanda kehormatan tertinggi bukanlah formalitas belaka, melainkan sebuah kontrak kinerja yang ketat.
”Wacana ini menjadi motivasi sekaligus jangkar pengingat bagi seluruh personel kepolisian di lapangan. Harapan besar masyarakat agar Polri terus menyapu bersih sisa pekerjaan rumah—seperti judi online hingga reformasi pelayanan di akar rumput—kini mendapatkan momentum terbaiknya,” pungkas Romadhon.
Sinergi yang matang ini menjadi angin segar bagi iklim sosiopolitik nasional. Ketika Kepala Negara memberikan kepercayaan, institusi menjawab dengan loyalitas kerja, dan publik mendapatkan transparansi capaian yang jelas.
















Komentar