Kebijakan Penanggulangan Overdosis Pemerintahan Trump Dinilai Kontradiktif, Ahli Khawatirkan Risiko Kematian Meningkat

Internasional46 Dilihat
banner 468x60

Namun para pengamat mempertanyakan keseriusan strategi tersebut setelah muncul usulan pemotongan anggaran sekitar 10 miliar dolar AS untuk program penelitian, pencegahan overdosis, dan penanganan kecanduan.

Direktur Federal Affairs Drug Policy Alliance, Maritza Perez Medina, mengatakan kebijakan itu kontradiktif karena pemerintah mengaku mendukung layanan kesehatan kecanduan, tetapi secara bersamaan memangkas sumber pendanaannya.

banner 970x250

Ia juga memperingatkan bahwa pemotongan anggaran Medicaid dalam rancangan Undang-Undang One Big Beautiful Bill Act berpotensi menyebabkan penutupan rumah sakit dan berkurangnya layanan rehabilitasi kecanduan di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Sementara itu, Dasgupta menilai fokus pemerintah terhadap teknologi pemantauan limbah cair sudah tertinggal dibanding perkembangan metode modern pemeriksaan narkoba. Menurutnya, kondisi pasokan narkoba saat ini berubah sangat cepat sehingga pengawasan berbasis data agregat tidak cukup membantu pengguna mengetahui kandungan zat yang mereka konsumsi.

Ia mencontohkan munculnya nitazenes, kelompok opioid sintetis baru yang disebut lebih kuat dari fentanyl dan kini mulai banyak ditemukan di pasar narkoba internasional setelah pengetatan distribusi fentanyl dilakukan di sejumlah negara.

“Pasokan narkoba berubah dari jam ke jam di lokasi yang sama. Apa yang dikonsumsi seseorang tidak bisa ditebak hanya dari data umum,” kata Dasgupta.

Baca juga:  Utusan Khusus Trump Akan Kunjungi Moskow Jelang Tenggat Akhiri Perang Ukraina

Para ahli menilai layanan pemeriksaan zat secara langsung, termasuk penggunaan test strip dan teknologi laboratorium modern seperti mass spectrometry, jauh lebih efektif dalam membantu masyarakat menghindari overdosis dibanding hanya mengandalkan pemantauan limbah cair.

banner 336x280

Komentar