Desa Wisata Gumanano: Harmoni Pantai Mutiara, Permandian Oeno Gumanano, dan Tenun Kamohu

Keunikan lain dari permandian ini adalah keberadaan akar-akar pohon yang menggantung di tebing sekitar lokasi. Anak-anak desa kerap memanjat tebing sambil bermain dan berenang. Selain itu, terdapat beberapa ceruk alami di sisi selatan permandian yang dapat dimasuki wisatawan. Salah satu ceruk bahkan mampu menampung belasan orang dan menghadirkan pengalaman menyusuri ruang batuan karst yang eksotik dan menenangkan.

Selain wisata alam, Desa Gumanano juga dikenal sebagai desa tenun tradisional penghasil Tenun Kamohu, salah satu warisan budaya khas Buton Tengah yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2019.

Tradisi menenun di desa ini bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. Dalam tradisi masyarakat Mawasangka, seorang perempuan dianggap belum siap menikah apabila belum mampu menenun. Karena itulah hampir di setiap kolong rumah panggung di Desa Gumanano dapat ditemukan perempuan yang sedang menenun kain Kamohu.

Wisata tenun di Desa Wisata Gumanano Buton Tengah

Tenun Kamohu dibuat menggunakan alat tradisional dari bambu dan kayu. Dahulu benangnya berasal dari kapas alami, meski kini sebagian penenun mulai menggunakan benang pabrikan untuk menyesuaikan kebutuhan produksi. Motif-motif yang dihasilkan memiliki nilai artistik tinggi dan dikerjakan secara manual dengan ketelitian serta kesabaran.

Kain tenun Kamohu umumnya dijadikan sarung tradisional, namun kini telah berkembang menjadi berbagai produk kreatif seperti syal, tas selempang, hingga busana modern. Harga kain tenun berkisar mulai dari ratusan ribu rupiah tergantung tingkat kerumitan motifnya. Semakin rumit motif yang dibuat, maka semakin panjang pula waktu pengerjaannya.

Keunikan dan nilai budaya Tenun Kamohu bahkan telah dikenal hingga tingkat internasional. Pada tahun 2023, kain tenun khas Buton Tengah ini tampil dalam ajang New York Indonesia Fashion Week melalui sentuhan desain busana modern karya desainer Indonesia.

Perpaduan antara keindahan Pantai Mutiara, kesejukan alami Oeno Gumanano, dan kekayaan budaya Tenun Kamohu menjadikan Desa Gumanano sebagai destinasi wisata yang lengkap. Tidak hanya menawarkan panorama alam yang memukau, desa ini juga menghadirkan pengalaman budaya dan kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana berbeda di Kabupaten Buton Tengah, Desa Gumanano adalah tempat yang layak untuk dikunjungi. Sebuah desa yang menyimpan mutiara wisata alam sekaligus merawat tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman.