Namun demikian, tingkat kemiskinan masih berada pada angka 10,14 persen, sehingga menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara terarah dan berkeadilan.
Indikator makro pembangunan Sulawesi Tenggara menunjukkan tren positif di tengah berbagai dinamika.
Pertama, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 5,70 persen, meningkat dari 5,40 persen pada 2024 dan lebih tinggi dari nasional 5,11 persen. Kedua, tingkat kemiskinan menurun dari 10,63 persen pada 2024 menjadi 10,14 persen pada 2025, meski masih di atas nasional 8,26 persen.
Ketiga, Gini Ratio September 2025 tercatat 0,357, membaik dibanding Maret 2025 sebesar 0,363 dan Keempat, tingkat pengangguran terbuka Februari 2026 sebesar 3,33 persen, relatif stabil dan termasuk terendah secara nasional.
Kelima, Indeks Pembangunan Manusia tahun 2025 mencapai 74,25 (kategori tinggi), meningkat dari 73,62 pada 2024
Menghadapi 2027, Gubernur menyoroti tantangan fiskal, terutama ketergantungan pada transfer pusat, tingginya belanja operasional, serta beban pemeliharaan aset daerah.
Ia menegaskan pengelolaan anggaran harus lebih efektif dengan memastikan belanja, khususnya operasional, berdampak langsung pada pelayanan publik.










Komentar