“Hubungan Demokrat dengan HMI/KAHMI secara historis cukup dekat. Ini menjadi landasan bagi kami untuk menjaga komunikasi dan menyelesaikan persoalan ini dengan baik,” ujarnya.
DPC Demokrat Muna, lanjut AJB, berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan terhadap kadernya agar tetap menjunjung tinggi etika politik, menjaga citra partai, serta menghormati setiap elemen masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan.
Langkah teguran dan rencana silaturahmi ini diharapkan menjadi upaya penyelesaian yang konstruktif sekaligus pengingat bagi seluruh kader Demokrat, khususnya yang duduk di lembaga legislatif, untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dan berkomunikasi di ruang publik.
Sementara itu, anggota DPRD Muna, Rasmin, memberikan klarifikasi atas polemik tersebut. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk menyindir atau merendahkan HMI.
“Saya tegaskan, tidak ada niatan untuk mendiskreditkan HMI atau pihak mana pun. Analogi yang saya sampaikan itu lebih kepada refleksi internal, bukan ditujukan kepada teman-teman HMI,” ujar Rasmin.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap gerakan mahasiswa dalam mengawal isu pelayanan RSUD. Menurutnya, kritik yang disampaikan merupakan bagian penting dari kontrol sosial.
“Saya justru mendukung gerakan teman-teman mahasiswa. Apa yang mereka lakukan adalah bentuk kepedulian terhadap daerah,” katanya.
Rasmin menambahkan, dorongan mahasiswa menjadi energi tambahan bagi Pansus DPRD Muna dalam menuntaskan berbagai persoalan, khususnya dugaan maladministrasi di RSUD dr. H. L.M. Baharuddin.
“Gerakan mahasiswa memberi kekuatan bagi kami di Pansus untuk bekerja lebih maksimal. Jadi sekali lagi, tidak ada maksud menyindir,” tegasnya.















Komentar