“Keberagaman bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi kekuatan jika dikelola secara harmonis. Ini adalah modal utama dalam mendorong kemajuan daerah dan bangsa,” tegasnya.
Momentum peringatan HUT Sultra yang berdekatan dengan Hari Otonomi Daerah ke-30, menurutnya, harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni, melainkan sebagai penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Dengan mengusung tema Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat kemandirian, meningkatkan kualitas tata kelola, serta menghadirkan pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.
Gubernur juga mengajak seluruh komponen daerah untuk terus meningkatkan integritas, kinerja, serta memperkuat kolaborasi yang efektif, efisien, dan produktif dalam pengelolaan potensi daerah, guna mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius.
Upacara tersebut turut dihadiri oleh keluarga tokoh pejuang pembentukan Sultra, anggota DPD RI Dapil Sultra, pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, kepala daerah kab/kota se-Sultra, Plh. Sekda, Para kepala OPD lingkup Pemprov Sultra,TNI/Polri, ASN, pimpinan instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, akademisi dan para camat, lurah se-Sultra
“Dirgahayu Sulawesi Tenggara, produktif untuk sejahtera,” tutupnya.
















Komentar