Visioner Indonesia: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Sudah Tepat di Tengah Gejolak Global

Berita31 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM — Keputusan PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dinilai sebagai langkah yang tepat dan rasional di tengah tekanan geopolitik global yang semakin meningkat.

Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak bisa dilepaskan dari lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang menembus US$ 102,26 per barel pada Maret 2026 menjadi indikator kuat bahwa tekanan global memang nyata dan berdampak langsung terhadap sektor energi nasional.

“Keputusan Pertamina ini sudah tepat. Kita tidak bisa menutup mata terhadap realitas global. Ketika harga minyak dunia melonjak tajam akibat konflik internasional, maka penyesuaian harga BBM non-subsidi adalah langkah yang logis untuk menjaga keberlanjutan energi nasional,” ujar Akril dalam keterangannya, Minggu, (19/4/2026).

Menurutnya, kebijakan ini juga menunjukkan kehati-hatian pemerintah dan Pertamina dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan daya beli masyarakat. Hal ini terlihat dari tidak dinaikkannya harga BBM jenis Pertamax dan Pertamax Green, yang masih menjadi pilihan utama masyarakat kelas menengah.

Baca juga:  Fitur Darurat Ojol–Polri: Inovasi Keamanan Publik, Tapi Perlu Transparansi dan Perlindungan

Lebih lanjut, Visioner Indonesia menilai bahwa langkah ini penting untuk menghindari beban subsidi yang berlebihan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama di tengah asumsi harga minyak yang hanya dipatok sekitar US$ 70 per barel.

banner 336x280

Komentar